ARTIKEL_M. Rayzel Omar Sadiq/XI MIPA 1
Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Emosional Remaja: Mengatasi Krisis dengan Dukungan Keluarga dan Teman
M. Rayzel Omar Sadiq/XI MIPA 1
https://m.republika.co.id/
Kesehatan mental merupakan aspek yang sangat penting bagi para remaja, mengingat mereka sedang di dalam periode perkembangan, mulai dari perkembangan yang penuh perubahan fisik, sosial dan emosi.Kesehatan mental merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi seorang remaja, sama halnya dengan kita memiliki kesehatan fisik yang baik pada umumnya. Kesehatan Mental menurut World Health Organization (WHO), adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan orang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi antar komunitas. Artinya, orang yang memiliki kesehatan mental yang baik mampu mengolah perasaan-perasaan yang dimiliki agar tidak terjadinya keadaan-keadaan yang tidak diinginkan. Dengan memiliki kesehatan mental yang sehat, maka seseorang akan memiliki kehidupan yang lebih maksimal.
Kesehatan mental berfungsi untuk menstabilkan perilaku, emosi dan pikiran. Kesehatan mental juga penting dalam memelihara dan mengembangkan kondisi mental seseorang agar sehat serta terhindar dari mental illness (sakit mental). Menurut Diana Vidya Fakhriyani, Dosen Institut Islam Negeri (IAIN) dalam bukunya yaitu Kesehatan Mental, fungsi kesehatan mental dapat dibagi menjadi tiga; Prevention (preventif/pencegahan), Amelioration (amelioratif/perbaikan dan Preservation (preservasi/pengembangan).
Prevention dapat diartikan sebagai “pencegahan” atau dalam topik ini kesehatan mental berfungsi untuk mencegah terjadinya kesulitan atau gangguan mental sehingga terhindar dari penyakit mental. Fungsi kesehatan mental yang kedua adalah amelioration, artinya upaya perbaikan diri dalam meningkatkan kemampuan untuk menyesuaikan diri. Terakhir, preservation merupakan fungsi pengembangan yang merupakan upaya dalam mengembangkan kepribadian atau mental yang sehat, agar seseorang mampu meminimalisir kesulitan-kesulitan dalam perkembangan psikisnya.
Survei Kesehatan Jiwa Remaja Nasional (I-NAMHS) pada tahun 2022, telah dilakukan pada remaja usia 10-17 tahun di Indonesia. Hasilnya, lebih dari 17 juta remaja di Indonesia memiliki masalah dengan kesehatan mental. prevalensi enam gangguan jiwa pada remaja, yakni fobia sosial, gangguan kecemasan umum, gangguan depresi mayor, gangguan perilaku, gangguan stres pasca trauma (PTSD) dan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD). I-NAMHS juga mengukur risiko dan faktor pelindung yang terkait dengan gangguan mental remaja seperti perundungan, sekolah dan pendidikan, hubungan teman sebaya dan keluarga, perilaku seksual, penggunaan narkoba, serta pengalaman masa kecil yang merugikan.
Apa artinya? Artinya remaja memiliki kesehatan yang sangat rentan, dan oleh karena itu, bantuan keluarga sangatlah penting bagi mereka. Banyak remaja yang membutuhkan perhatian, tetapi keluarganya seakan-akan tidak peduli dengannya. Dimulai dari orang tua yang harus pergi jauh untuk bekerja, saudara yang terlalu sibuk oleh teman-temannya dan masih banyak lagi.
Keluarga bisa dikatakan harmonis bila antara anggota keluarga hidup penuh cinta dan saling mendukung. Orang tua dan anak saling mencintai satu sama lain. Tidak ada sikap egois dan mementingkan diri sendiri. Orang tua harus memberikan perhatian yang cukup untuk remaja, agar kesehatan mental mereka dapat tetap terjaga. Orang tua juga harus mengajarkan keterampilan berinteraksi sedini mungkin pada remaja dengan lingkungan yang lebih luas. Menurut Bobbi de Porter dalam bukunya Mengatasi 7 Masalah Terbesar remaja, cara menjadi orang tua yang baik adalah jangan terlalu sering bertengkar dengan anak, pilihlah pertengkaran yang bermutu. Ia juga menyebutkan perdebatan memilih model potongan rambut untuk anak lelaki bukan hal yang layak dipertengkarkan.
Selain itu pergaulan remaja adalah hal yang juga harus di perhatikan. Karena masa remaja adalah periode penting dalam pembentukan identitas diri. Pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial dapat sangat mempengaruhi bagaimana seorang remaja melihat dirinya sendiri.Teman sebaya juga dapat mempengaruhi motivasi belajar dan pencapaian akademik. Bergaul dengan teman-teman yang memiliki semangat belajar yang tinggi dapat memotivasi remaja untuk berprestasi lebih baik di sekolah. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak remaja yang melakukan kejahatan, disebabkan karena sebagian besar remaja memilih bergaul dengan teman yang salah.
Menurut Sundari Mulyaningsih, S.SiT., M.Kes, Dosen Prodi D3 Kebidanan di Universitas Alma Ata, ada beberapa cara mengembangkan pergaulan yang sehat bagi remaja. Diantaranya adalah remaja harus belajar mempunyai rasa setia kawan, belajar selektif dalam memilih teman, remaja mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, remaja belajar menstabilkan emosi dan remaja belajar mengenai menerapkan etika pergaulan bagi remaja. Dapat disimpulkan bahwa itu cara mendapatkan pergaulan yang sehat dalam pergaulan bagi remaja, adalah memilih teman yang tepat.
Menjaga kesehatan mental remaja sangat penting agar mereka dapat tumbuh dengan baik. Keluarga berperan besar dalam hal ini dengan memberikan dukungan dan perhatian yang diperlukan. Ketika remaja merasa ada seseorang yang selalu mendukung mereka, mereka cenderung merasa lebih aman dan bahagia. Orang tua yang mendengarkan dan berbicara dengan terbuka membantu remaja mengatasi stres dan masalah mereka. Dukungan emosional dari keluarga membantu remaja menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Teman juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental remaja. Teman yang baik bisa memberikan dorongan dan membuat remaja merasa diterima. Interaksi sosial yang positif membantu remaja merasa lebih percaya diri dan mengurangi rasa kesepian. Dengan memiliki teman yang mendukung, remaja bisa merasa lebih kuat dan siap menghadapi masalah. Kombinasi dukungan dari keluarga dan teman membuat remaja lebih mampu menjaga keseimbangan emosional mereka.
Sumber Rujukan:
DePorter, Bobbi. 2007. Mengatasi 7 Masalah Terbesar Remaja. Bandung : Kaifa
Sundari Mulyaningsih. Pergaulan Remaja yang Sehat.
Di unduh pada tanggal 11 Agustus 2024, pada pukul 10.30
Komentar
Posting Komentar