ARTIKEL_Agha Ayyasy/XI MIPA 1
Kondisi Lingkungan dan RTH (Ruang Terbuka Hijau) Indonesia Saat Ini
Agha Ayyasy/XI MIPA 1
Kondisi lingkungan Indonesia dalam 5 tahun terakhir sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.Mengapa demikian, karena banyak nya masalah dalam hal lingkungan yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan baik, seperti masih banyak nya masalah-masalah sampah, kualitas udara yang memburuk, aliran sungai yang tertumpuk oleh limbah-limbah berbahaya,dll. Dan saya pun ikut merasakan hal yang sama terkait dengan lingkungan di sekitar masyarakat, terutama area-area publik. Pada saat saya pergi untuk bertemu dengan teman-teman saya saat liburan, saya pergi menggunakan transportasi umum yaitu KRL (Kereta Rel Listrik). Pada saat di stasiun Pondok Cina, saya melihat banyak sekali sampah-sampah yang berserakan di sekitar area stasiun dan di ujung stasiun saya pun melihat banyak tumpukan-tumpukan sampah yang menggunung.
Secara terminologi, Lingkungan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daerah (kawasan dan sebagainya) yang termasuk di dalamnya, sedangkan untuk RTH adalah Ruang terbuka, adalah ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur dimana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan. Ruang terbuka terdiri atas ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau. Ruang Terbuka Hijau (RTH), adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam, Jadi secara keseluruhan lingkungan dan ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.
Kondisi untuk keseluruhan lingkungan di indonesia sangat buruk untuk dari sektor pengelolaan sampah, data diatas merupakan sampah yang dihasilkan pada tahun 2023. Sedangkan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), per 24 Juli 2024 hasil input dari 308 kab/kota se Indonesia menyebutkan jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 31,9 juta ton, jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya di tahun 2024 ini mengalami penurunan dalam produksi sampah.
Untuk kualitas udara di Indonesia juga mempunyai masalah yang cukup besar, saat ini Indonesia berada di urutan ke-14 negara-negara dengan kualiatas udara terburuk di dunia, dengan peringkat pertamanya nya yaitu Bangladesh dan di ikuti oleh Pakistan. Dan untuk kota dengan kualias udara terburuk di Indonesia yaitu kota Bekasi, kemudian di ikuti oleh kota Tangerang Selatan.
Kemudian terdapat masalah dalam lingkungan yaitu limbah-limbah tercemar yang berbahaya, biasanya area limbah-limbah ini di sekitar daerah yang dekat dengan pabrik-pabrik, seperti di Sungai Citarum yang mengeluarkan bau yang menyengat, padahal Sungai Citarum ini merupakan sungai yang menjadi sumber kehidupan untuk masyarakat,tetapi dengan keadaanya saat ini sudah tidak bisa digunakan lagi seperti dahulu.
Sedangkan untuk kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Indonesia saat ini masih sangat minim, pemerintah terus menggalakkan program untuk mempercepat terjadinya program untuk RTH itu sendiri, karena dangan adanya RTH, lingkungan di Indonesia bisa menjadi asri dan nyaman untuk dipandang, juga kegunaan ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi kadar polusi di Indonesia terutama di kota-kota dengan aktivitas sibuk, seperti di daerah perkotaan besar dan juga area yang dekat dengan pabrik.
Jumlah RTH yang pemerintah tetapkan yaitu sekitar 30% dihitung dari luas kota tersebut, seperti yang terdapat di dalam UU, dalam pasal 29 ayat 2, Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Sebagai contoh, wilayah Jakarta memiliki luas sekitar 661,5 km², itu berarti sekitar 198 km² merupakan kawasan RTH. Sedangkan untuk kota Jakarta yang sudah memiliki 33,34 juta meter persegi yang masih di upayakan untuk di perluas daerah RTH nya. Dengan begitu pemerintah masih terus mengupayakan agar di Indonesia bisa terus menjadi negara yang asri dan bersih.
Dalam kurun 2022-2026, diperkirakan ada satu tahun di antaranya yang kondisi suhu rata-ratanya secara global akan melampaui batas tertinggi hingga lebih dari 1,5 derajat celsius. Lonjakan suhu ini diukur berdasarkan perbedaan temperatur saat ini dengan suhu masa praindustri tahun 1850-1900-an. Diperkirakan, kenaikan iklim global akan berdampak pada penurunan daya dukung lingkungan dan menyempitnya kualitas ruang kehidupan.
Setidaknya ada delapan dampak langsung akibat global warming itu. Terjadi hujan ekstrem berintensitas tinggi yang menyebabkan bencana banjir, muncul sejumlah risiko penyakit akibat anomali cuaca, dan terjadi kekeringan di sejumlah wilayah yang berimbas pada kegagalan panen dan kelaparan. Pemanasan global juga menyebabkan gelombang panas di berbagai kawasan, terjadi penurunan massa gletser yang diiringi peningkatan tinggi muka air laut, serta meningkatnya derajat keasaman lautan yang merusak biodiversitas bahari.
Fenomena alam itu terjadi secara masif melanda seluruh negara di dunia tanpa terkecuali, termasuk Indonesia. Sekitar awal Mei 2023, banyak masyarakat Indonesia yang mengeluhkan suhu panas. Sebagian orang yakin bahwa telah terjadi gelombang panas, tetapi BMKG menepis anggapan tersebut dan menyatakan bahwa suhu panas itu karena fenomena gerak semu matahari. Meskipun demikian, BMKG tetap memperingatkan bahwa kemarau panjang berpotensi muncul pada tahun ini karena cuaca yang memanas.
Munculnya risiko kemarau panjang adalah imbas dari anomali atmosfer El Nino yang menguat di tahun 2023. Kemarau panjang akan menyebabkan kekeringan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Dampak paling besarnya adalah penurunan produksi bahan pangan dan krisis air bersih. Selain itu, kemarau panjang juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan seperti di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Dengan begitu kondisi lingkungan dan RTH di Indonesia sendiri masih banyak harus di upayakan untuk segera terselesaikan masalahnya, seperti limbah-limbah berbahaya,sampah,kebakaran hutan,EL Nino dan La Nina, dll. Dan pemerintah masih terus menggalakkan program-program yang mendukung untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di Indonesia, kita sebagai masyarakat juga harus ikut mematuhi regulasi-regulasi yang pemerintah tetapkan seperti tidak membuang sampah sembarangan megolah limbah dahulu serta tidak membuang nya ke sungai dalam keadaan yang berbahaya, dll.
Sumber Rujukan:
Soemarwoto, Otto . 1989. Analisis Dampak Lingkungan. Jakarta : UGM Press
-Ruang Terbuka Hijau, Pengertian, Fungsi dan Dampak
https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/
-Data jumlah polusi yang ada di Indonesia tahun 2024
https://www.iqair.com/id/indonesia/jakarta?srsltid=AfmBOooVr8OBRrFXtBEX6i-z6kaTIWh9dUBQudLR4JAWwgncF3T28Qg2
-Dampak polusi bagi kesehatan manusia
https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/bahaya-polusi-udara
-Data jumlah Ruang Terbuka Hijau di Indonesia
https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/rth
Di unduh pada tanggal 12 Agustus 2024, pukul 14.20.




Komentar
Posting Komentar