ARTIKEL_Harris Athmar Alriendra/XI MIPA 1

 Pentingnya Memahami dan Mempelajari Karya Sastra dan Bahasa

Harris Athmar Alriendra/XI MIPA 1


https://tangselpos.id/storage/2023/08/menemukan-sintesis-dari-karya-sastra-24082023-222433.jpg


Ketika kita berbicara dengan baik dan benar, orang-orang tentu akan mengerti pesan yang kita sampaikan, sehingga mereka akan lebih terpengaruh oleh kita dan menuruti keinginan kita sesuai dengan pesan yang kita sampaikan. Hal ini disebabkan oleh adanya komunikasi yang baik. Contoh kasus lainnya,  terkadang mungkin kita akan merasa bahwa ketika kita membaca atau menikmati sebuah karya sastra entah itu drama, novel, atau sejenisnya yang baik, kita akan terinspirasi dari cerita tersebut. Akibatnya kita akan mencoba merubah sudut pandang kita atau mengubah pola hidup kita menjadi lebih baik. Hal ini terjadi karena adanya pesan atau amanat dari karya tersebut yang kita pahami dan secara tak kita sadari kita mengikuti apa yang disampaikan dalam karya sastra yang telah kita nikmati tersebut. Pertama-tama kita mesti mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi.


Komunikasi atau penyampaian pesan adalah hal yang umum untuk dilakukan oleh manusia sebagai makhluk sosial. Karena pada dasarnya Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain dan memerlukan interaksi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masing-masing. Penyampaian pesan sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, ada yang langsung dari orang ke orang dengan lisan, secara surat, dan lain sebagainya. Dengan mempelajari tata cara berkomunikasi baik dengan bahasa maupun sastra dengan baik, kita dapat menyampaikan kehendak kita kepada khalayak atau lawan bicara kita sehingga keinginan kita dapat dipenuhi dengan lebih baik.


Sebelum itu, pertama-tama kita akan membahas mengenai penggunaan bahasa dalam menyampaikan pesan. Menurut detik.com, pengertian bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahasa bisa disebut juga sebagai salah satu sistem komunikasi yang digunakan manusia. Bahasa memiliki ruang lingkup yang sangat luas, mulai dari bahasa yang kita gunakan untuk bicara sehari-hari hingga bahasa tubuh. Namun, pada dasarnya semua bahasa memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk menyampaikan pesannya dan untuk mempengaruhi orang lain. Namun agar bisa sampai pada bagian itu, komunikasi tersebut haruslah yang efektif dan baik, yaitu memenuhi ciri seperti jelas dan dapat dipahami, menggunakan kalimat-kalimat yang menunjukkan keterlibatan atau empati, dan lain sebagainya. 


Salah satu contoh kasus penggunaan bahasa yang efektif adalah dalam berorganisasi atau pekerjaan. Dalam berorganisasi, selain dibutuhkan pemikiran yang kritis, ide-ide yang baik, dan rasa percaya diri, juga dibutuhkan komunikasi yang baik. Seperti yang telah dijelaskan dalam buku 360 Degree Leader oleh John C. Maxwell, dengan adanya komunikasi yang baik antara satu sama lain, orang-orang akan lebih mengerti dengan apa yang mereka kerjakan dan mereka akan lebih termotivasi dan kerjasama yang baik akan terjalin. Kualitas dari kerjasama yang dilakukan tentu akan bertambah. Selain itu juga akan berpengaruh pada hal-hal lain seperti kualitas dari hasil yang diciptakan juga akan lebih baik dan memajukan organisasi.


Bahasa dan karya sastra memiliki hubungan yang cukup dekat. Dikarenakan karya sastra merupakan karya yang menggunakan bahasa sebagai salah satu unsurnya. Sehingga karya sastra juga merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi. Dikutip dari CNN indonesia, karya sastra adalah ungkapan perasaan manusia yang bersifat pribadi, berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, dan keyakinan, dalam bentuk gambaran kehidupan yang dapat membangkitkan pesona dengan alat Bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan. 


Karya sastra memiliki fungsi antara lain rekreatif, persuasif, estetis, reflektif dan didaktis.  Didasarkan fungsi-fungsinya, pencipta dari karya sastra tersebut mencoba untuk menyampaikan pesannya atau menggambarkan sudut pandangnya melalui karyanya. Ada karya sastra yang diciptakan untuk mencoba mengubah sudut pandang khalayak atau pembaca mengenai suatu peristiwa yang telah terjadi ke arah sudut pandang yang berbeda, atau memberikan nasihat atau pesan kehidupan,sosial ,moral ,ataupun agama. Selain itu, Karya sastra juga dapat membentuk moral dan karakter yang tertanam dalam para pembaca. 


Penggunaan karya dan sastra untuk menyampaikan pesan sudah digunakan sejak lama. contohnya adalah ketika pada zaman wali songo, ketika para pendakwah menggunakan berbagai metode untuk menyebarkan agama. entah itu dengan menggunakan alat musik seperti gamelan, wayang, dan lainnya. Dengan begitu, mereka dapat dengan lebih mudah menyebarkan ajaran-ajaran agama islam. Terbukti metode-metode yang mereka gunakan juga cukup efektif karena berujung menarik banyak orang untuk memeluk agama islam. Selain itu, penggunaan karya sastra yang digunakan untuk menyampaikan pesan juga digambarkan dalam kisah nabi muhammad saw.


Dari contoh-contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa penyampaian yang dilakukan dengan menggunakan karya sastra cukup efektif untuk mempengaruhi khalayak. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas penyampaian pesan tersebut, salah satunya adalah kemampuan khalayak untuk memahami makna dari karya karya tersebut. Dikutip dari kominfo.go.id, Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Dengan hal ini memungkinkan adanya kesalahpahaman dari pihak khalayak mengenai pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta karya. Padahal, seperti yang sudah kita ketahui, salah satu kunci dari komunikasi yang baik adalah adanya pemahaman yang baik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.


Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang baik bagi semua rakyat indonesia agar pesan yang disampaikan baik dalam bahasa maupun sastra dapat dimengerti lebih baik. Namun, pada kenyataannya banyak rakyat Indonesia yang malas mempelajari bahasa Indonesia. Karena mereka merasa bahwa mereka sudah menggunakan bahasa Indonesia pada kehidupan sehari-hari dan merasa sudah cukup. Padahal seperti yang telah dijelaskan, kemampuan dan minat rakyat indonesia dalam membaca sangatlah rendah.


Dengan itu, dapat kita simpulkan bahwa pendidikan mengenai bahasa dan sastra sangatlah penting. karena selain digunakan dalam komunikasi, bahasa merupakan salah satu komponen utama yang terdapat dalam ilmu pengetahuan. Karena ketika ilmu pengetahuan tidak dapat dikomunikasikan, dijelaskan, ataupun diterapkan, ilmu menjadi tidak berguna. Bagaikan pohon yang tinggi menjulang tetapi tidak dapat memberi manfaat yang berarti bagi makhluk makhluk yang berada di sekitarnya. Namun ketika ilmu pengetahuan yang dijelaskan hanyalah pengetahuan umum namun dikomunikasikan dengan baik, akan membuahkan hasil yang lebih baik.



Sumber Rujukan:


Hyun, Shin Do. 2020. The Power Of language. Tangerang: Penerbit Haru

Maxwell, John C. 2022. The 360 Degree Leader. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer

CNN Indonesia. 2024. Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh Karya Sastra

https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20240516174415-569-1098594/pengertian-fungsi-jenis-dan-contoh-karya-sastra

Nursani, Shifa Aulia. Pengertian Bahasa Adalah: Fungsi, Peran, Ragam, dan Sifatnya.

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6653168/pengertian-bahasa-adalah-fungsi-peran-ragam-dan-sifatnya


Komentar

Ruang Baca