ARTIKEL_Rafie Aydin Al Buhori/XI MIPA 1
Pengembangan Karakter dalam Sistem Pendidikan Guna Menerjang Arus Perkembangan Zaman
Rafie Aydin Al Buhori/XI MIPA 1
Pendidikan menjadi hal yang penting untuk menghadapi tantangan lokal, nasional maupun global. Untuk memberdayakan sumber daya manusia di Indonesia, pemerintah telah melakukan banyak penyesuaian serta adaptasi terhadap sistem pembelajaran yang diterapkan pada siswa dan siswi nasional. Namun dengan terus berkembangnya sistem pembelajaran di indonesia, apakah hal tersebut dapat efektif guna menghadapi permasalahan yang timbul di tengah bergulirnya perkembangan zaman? Perkembangan zaman pastilah membawa hal hal yang baru. Sehingga manusia beradaptasi dengan lingkungan dan hal yang baru dalam hidupnya. Guna mempercepat adaptasi tersebut dibutuhkan kemampuan problem solving serta pembangunan karakter yang merujuk pada sistem pendidikan yang terstruktur dengan baik.
Menurut ahli pedagogik dari Belanda, Langeveld, mengemukakan bahwa pengertian pendidikan merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai tujuan, yaitu kedewasaan.Pada hakikatnya kedewasaan dapat diartikan sebagai seorang yang dapat menggunakan nalarnya sebelum melakukan suatu hal yang berdampak bagi dirinya maupun orang lain. Kedewasaan dikaitkan dengan pengembangan karakter serta sikap kita dalam mencari, mengetahui, dan bertindak terhadap sesuatu. Aspek ini lah yang penting untuk diajarkan kepada siswa maupun siswi di suatu lembaga pendidikan guna bertahan di tengah gempuran perkembangan zaman.
Perkembangan zaman menuntut kita untuk terus beradaptasi. Perubahan sosial serta perkembangan teknologi menjadi hal yang paling mencolok dalam perkembangan zaman. Sistem pendidikan menjadi acuan untuk pengembangan diri seorang siswa. Apabila sistem pendidikan tersebut dijalankan dengan tidak terstruktur, maka output yang dihasilkan pun akan berdampak pada kemampuan dan karakter siswa. Oleh sebab itu penyusunan sistem pendidikan di suatu negara sangat crucial dalam pengembangan SDM.
Untuk melalui arus perkembangan zaman, pemerintahan Indonesia telah merancang suatu kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran siswa di lembaga pendidikan. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Sejak tahun 2004 hingga saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan revisi serta perubahan kurikulum sebanyak 4 kali.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai, serta sikap yang ditunjukan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Metode yang diprakarsai sejak 2004 ini menekankan siswa pada ketercapaian kompetensi baik secara individual maupun klasikal. Kurikulum ini berakhir pada tahun 2006 karena kurangnya sarana serta prasarana yang dimiliki oleh tiap sekolah. Pergantian kurikulum terus berlanjut hingga penetapan kurikulum merdeka oleh Kemendikbudristek melalui penerbitan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Pergantian kurikulum yang ditetapkan berorientasi terhadap kemampuan intelektual, nilai, mampu berpikir kritis, serta pemahaman karakter siswa di sekolah. Perkembangan zaman yang semakin cepat membuat gaya perilaku dan penyelesaian masalah menjadi berbeda. Oleh sebab itu penanaman karakter menjadi salah satu hal yang penting selain kemampuan intelektual siswa mulai sejak dini. P5 dalam kurikulum merdeka merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Proyek ini dilakukan untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila dan berupaya untuk mengembangkan karakter profil pelajar pancasila.
Penerapan P5 ini, didasarkan pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan. Artinya, para pelajar diajak untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, pelajar diberi kesempatan untuk mengalami pengetahuan. Sebagaimana ditegaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa anak-anak mesti didekatkan hidupnya kepada kehidupan rakyat agar mereka tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tapi bisa mengalaminya sendiri.
Pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh lingkungan, apabila seorang siswa memiliki sikap yang baik dapat dipastikan lingkungan sekitarnya pun merupakan lingkungan yang positif, begitupun sebaliknya. Pendidikan lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama, karena dalam keluargalah anak pertama kali mendapatkan didikan dan bimbingan langsung dari orang tua. Lalu lingkungan sekolah serta lingkungan masyarakat merupakan faktor penting perkembangan serta pembentukan karakter seseorang. Dalam lingkungan inilah pemerintah berupaya untuk membentuk suatu nilai keteladanan dalam jiwa seseorang terutama seorang siswa.
Dengan penetapan kurikulum merdeka yang mewadahi siswa dalam mengembangkan karakter serta kemampuan intelektual menjadi langkah yang tepat dalam mendongkrak serta meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, melalui pendidikan sejak dini. Dengan perubahan zaman serta perubahan dalam berbagai faktor, merupakan rintangan yang harus kita selesaikan melalui adanya sistem pendidikan yang terstruktur.
Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Dalam prosesnya, Kemendikbudristek telah berupaya dalam mengembangkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Pencapaian kompetensi akademik bukan satu satunya tujuan dari program yang dibuat, perkembangan karakter dalam jiwa seorang murid juga merupakan faktor penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. Sebagaimana Abraham Lincoln berkata, bahwa karakter itu seperti pohon dan reputasi seperti bayangannya, bayangan adalah apa yang kita pikirkan tentangnya, dan pohon adalah apa yang nyata
Sumber Rujukan :
Sutarti, Tatik. 2018. Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Aksara Media Pratama.
Setiani Fatimah. Membangun Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka Menuju Era Society 5.0. https://journal.umpr.ac.id. Di unduh pada tanggal 11 Agustus 2024, pukul 14.00
Desi Novita. Analisis Perkembangan Zaman Terhadap Bahasa, Sikap dan Akhlak Studi Kasus Pada Remaja Pengguna Media Sosial. https://jurnal.dharmawangsa.ac.id. Di unduh pada tanggal 13 Agustus 2024, Pukul 08.30.
Romanti Althaf. Berbagai Kurikulum Yang Pernah Diterapkan di Indonesia. https://itjen.kemendikbud.go.id. Di unduh pada tanggal 13 Agustus 2024, pukul 08.35.
Gilang. Pengertian Pendidikan: Tujuan, Unsur, Landasan, Asas, & Lingkungannya. https://www.gramedia.com. Di unduh pada tanggal 14 Agustus 2024, pukul 13.20




Komentar
Posting Komentar