ARTIKEL_Reyhan Shawala Risky/ XI MIPA1
Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Prestasi Di Sekolah
Reyhan Shawala Risky/ XI MIPA1
Instagram @smapualbayan
Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan orang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas mereka. Kesehatan mental merupakan komponen integral dari kesehatan dan kesejahteraan yang mendukung kemampuan individu dan kolektif kita untuk membuat keputusan, membangun hubungan, dan membentuk dunia tempat kita tinggal. Kesehatan mental merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Kesehatan mental sangat penting bagi pengembangan pribadi, komunitas, dan sosial-ekonomi.
Sering kali kita menemukan kasus bahwa mengapa Tugas sekolah menjadi berat bagi sebagian besar Remaja saat ini. Alasan utama nya adalah, karena hampir semua anak tidak pernah diajari bagaimana caranya ia belajar. Ketika diajari keterampilan belajar, mereka akan menanggapi dengan, “Mengapa tidak ada yang memberitahuku tentang semua ini? Semuanya jadi begitu masuk akal bagiku sekarang!” Sebelum memiliki teknik belajar dasar yang umum, mereka tidak akan punya kesempatan untuk mengetahui betapa hebatnya mereka.
Bagaimana cara anak-anak muda dapat meraih kembali kesenangan belajar mereka itu?Bagaimana mereka mendapatkan motivasi dalam diri?Bagaimana mereka tahu seberapa besar kemampuan mereka?Bagaimana mereka dapat mengubah rasa apatisme itu menjadi antusiasme. Mereka dapat mencapai serangkaian keberhasilan dengan cara memacu rasa percaya diri. Dengan keterampilan belajar dan sikap memegang kendali, Prestasi akademis anak remaja akan melesat ke arah yang lebih baik.
Sekolah merupakan wadah bagi remaja untuk menunjang segala kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh remaja tersebut. Tentunya dengan dukungan pengajar dan dukungan moral orang tua. Orang tua pun memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental remaja, Di dalam rumah, Orang tua merupakan pemeran inti, Remaja bisa meluapkan segala keresahan di dalam dirinya dan orang tua pun harus sigap dalam menyikapi hal tersebut.
Remaja memiliki beberapa faktor yang dapat menurunkan prestasi di sekolah nya yaitu dapat dibagi menjadi dua faktor adalah Faktor Internal dan Faktor Eksternal. Terkait rendahnya prestasi belajar siswa, Maka semestinya guru di sekolah bersama-sama memberikan perhatian terhadap masalah ini sehingga remaja tersebut tidak merasa terpuruk dan enggan beranjak dari posisi ini. Untuk itu kita harus mulai menerapkan beberapa rangkaian yang dapat menunjang kinerja belajar siswa tersebut antara lain adalah:Proses pembelajaran harus efektif, Siswa harus berperan aktif dalam proses pembelajaran, Peranan Orang tua yang sangat mendukung emosional dan mental remaja tersebut.
Ketakutan akan Kegagalan sapat menyabotase prestasi akademis Dan bagaimana dengan remaja yang nilai-nilai akademis nya berkisar antara A dan B? Bantuan seperti apa yang dibutuhkan di sekolah?. Apa yang benar-benar dia dapatkan dari pendidikannya? Apakah Dia belajar untuk mempelajari sesuatu, atau dia hanya belajar untuk meraih nilai-nilai yang bagus. Sesungguh nya nilai bagus bukanlah tujuan pendidikan itu sendiri. Nilai yang bagus merupakan bonus dari proses pembelajaran itu sendiri. Dan yang terpenting adalah pendidikan karakter itu sendiri, bagaimana cara siswa tersebut dapat menanggulangi suatu masalah yang dihadapinya.
Tak ada dua orang yang memiliki gaya belajar yang benar-benar sama. Banyak sistem pengajaran di sekolah serta guru-guru yang belum sepenuhnya menyadari bahwa tiap murid punya gaya belajar yang berbeda. Metode pengajaran”satu untuk semua” tidak akan pernah bisa menjangkau seluruh murid. Apabila anak-anak remaja mendapatkan bantuan dalam cara belajar, mereka dapat menyesuaikan pengalaman belajar mereka dan mengisi kekosongan yang di tinggalkan oleh guru mereka.
Terkadang, anak-anak muda tertinggal jauh dalam pelajaran, karena mereka kebingungan bagaimana cara membuat catatan yang berguna. Sebagian besar murid berpendapat bahwa mereka harus mencatat semua apa yang ditulis guru. Padahal mereka hanya harus mencatat yang penting saja.
Kebiasaan seperti ini akan lebih efisien dan mereka bisa langsung paham ke inti materi tersebut . Dikarenakan mereka menulis catatan yang lebih efisien dan lebih terstruktur. Sehingga jika cara ini terus dilakukan, murid bisa tambah berprestasi kedepannya.
Dengan demikian, dengan dukungan moral serta bimbingan para pengajar, remaja bisa lebih banyak meningkatkan skill dan prestasinya. Kesehatan mental pun dapat terawat dan para remaja tidak stres. Hal Ini bisa menyebabkan tumbuh rasa percaya diri dan semangat berprestasi bagi para remaja di luaran sana.
Sumber Rujukan:
Buku Mengatasi 7 Masalah Terbesar Remaja




Komentar
Posting Komentar